Inovasi BKD
Pejabat Struktural
  • Naiful Huda, M.Si

    Kepala BKD

  • Drs. Nurul Cholili

    Sekretaris BKD

  • Heri H Waluyo, S.AP

    Kabid. Pengendalian dan Pengolahan Data

  • Ilzam Nuzuli, SE

    Kabid. Pengadaan dan Mutasi Pegawai

  • Dwi Handajani, ST

    Kabid. Diklat

  • David P W W, S.Kom

    Kasubbid. Pengolahan Data

  • Drs. Muhlisin

    Kasubbid. Mutasi Pegawai

  • Ponirin HP, S.Sos

    Kasubbid. Pengadaan Pegawai

  • Ikwan Andoyo, SH

    Kasubbid. Diklat Penjenjangan

  • Wihariyanto, SE

    Kasubbid. Diklat Teknis Fungsional

  • Evy Aria L, SH

    Kasubbag. Penyusunan Program

  • Ariska Triasfiana P, SE

    Kasubbag. Keuangan dan Perlengkapan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN BANYUWANGI
Written by Super User
Category: BERITA
Published: Monday, 18 December 2017 23:56

Mereka ingin mendengar motivasi, khususunya dr. Gamal, seorang dokter muda yang sukses mengembangkan wirausaha sosial (social entrepreneur) dalam bidang kesehatan. Sejak 2005, ia menginisiasi pelayanan kesehatan dengan premi sampah yang menjangkau warga tak mampu. Pria yang pernah meraih HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner dari Inggris tersebut mengungkapkan saah satu kunci inovasi itu adalah keinginan memecahkan masalah dan tumbuhnya empati.

"Yang memicu saya mengembangkan beragam platform layanan kesehatan itu berawal dari rasa empati saya pada kasus Khairunnisa, gadis cilik yang meninggal di dalam gerobak sampah bapaknya, karena tidak mampu berobat," ungkap pria yang baru-baru ini diundang Presiden Rusia Vladimir Putin dalam  World Festival for Youth and Students 2017 itu. Selain itu, imbuh dia, inovasi dihasilkan dari kemampuan merespon masalah. Berbagai aplikasi yang dia kembangkan, adalah hasil dari pengamatan masalah yang banyak ditemui di sekitarnya. 

"Dan jangan lupa, agar kita semua dalam bekerja dilakukan dengan sepenuh jiwa. Artinya, tidak hanya untuk memperoleh gaji, tapi bagaimana bekerja sesuai dengan panggilan jiwa. Kalau iklas, pekerjaan akan lebih maksimal dan bermakna,” tuturnya. Di sesi sebelumnya, ditampilkan ekonom muda Dr. Dias Satria yang berbicara tentang tantangan dan peluang ekonomi ke depan. Saat ini, kata Dias, dunia memasuki era kolaborasi, bekerja sama dengan pihak lain untuk menambah nilai ekonomi. "Perusahaan satu, menyokong keberadaan perusahaan yang lain. Begitu juga dengan birokrasi, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, perlu adanya kolaborasi berbagai pihak. Baik antar SKPD, ataupun Pemkab dengan pihak swasta,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan kelas motivasi sebagai upaya untuk memberikan inspirasi dan meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), ‎"Dengan hadirnya anak muda yang menginspirasi, kami ingin ASN belajar dari apa yang mereka lakukan," kata Anas. Anas mengatakan, ASN di Banyuwangi harus terus ‎berinovasi. Karena banyak pemerintah daerah lain yang datang ke Banyuwangi untuk belajar. Sehingga menurut Anas, kapasitas ASN ‎harus terus ditingkatkan.

“Capacity Building dan motivasi seperti kegiatan ini diperlukan oleh ASN untuk meningkatkan semangat dan mengupgrade kapasitasnya. Kami bisa mengambil praktek dan teori dari mereka untuk menghadapi perubahan ke depan. Sehingga kami bisa memberikan yang terbaik dalam melakukan tugas dan melayani masyarakat,” ungkap Kepala BKD Banyuwangi, Sih Wahyudi. Selain dua pembicara  di atas, turut memberikan sharing dalam acara tersebut praktisi kesehatan masyarakat Dr. Mayasari Dewi dan Muhammad Taufiq AB, Direktur NQA - lembaga pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dengan pendekatan Islami. (*)

1860475
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
3502
25822
29324
1809330
258455
261583
1860475

Your IP: 192.168.253.66
2018-10-22 03:33