Inovasi BKD
Pejabat Struktural
  • Nafiul Huda, S.Sos, M.Si

    Kepala BKD

  • <
  • David P W W, S.Kom

    Kabid Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan

  • SANDI DIAN ERVANI, SE

    Kabid Pengadaan, Mutasi dan Data Pegawai

  • Drs. Mukhlisin

    Kasubbid Mutasi Pegawai

  • Ikwan Andoyo, SH

    Kasubbid Diklat Penjenjangan

  • Wihariyanto, SE

    Kasubbid Diklat Teknis Fungsional

  • Masrul, S.AP

    Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN BANYUWANGI
Written by Super User
Category: BERITA
Published: Wednesday, 17 February 2021 02:24

Banyuwangi - Sebanyak 590 tenaga honorer eks kategori II (K-2) di lingkungan Pemkab Banyuwangi resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) pengangkatan tersebut, Senin (15/2/2021).

Mereka sebelumnya telah lolos seleksi pada 2019 lalu. Penyerahan SK pengangkatan dilakukan di Pendapa Banyuwangi yang dihadiri 200 orang, dan sisanya mengikuti secara online.

“Selamat sudah resmi menjadi PPPK. Semoga dengan pengangkatan ini menjadikan kinerja pembangunan daerah terus meningkat,” kata Anas.

Penyerahan SK ini disambut antusias oleh penerimanya. Salah satunya Sri Winarti (51) yang telah mengabdi selama 25 tahun sebagai guru honorer di SMPN I Genteng  .

“Alhamdulillah, akhirnya mimpi saya terwujud. Saya sangat terharu karena penantian panjang saya berakhir manis. Saya akan memberikan yang terbaik di tempat tugas saya nanti,” ujar Sri Winarti sambil berkaca-kaca.

Anas berharap, para tenaga honorer yang telah resmi diangkat PPPK tersebut  dapat memacu pembangunan di Banyuwangi, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

“Anda adalah garda depan bagi Banyuwangi hari ini dan ke depan. Berikan kinerja terbaik anda, jaga kekompakan, dan terus kerja keras. Insha Allah kesejahteraan akan mengikuti,” kata Anas menyemangati.

Khusus kepada para guru, Anas berpesan untuk terus berinovasi agar proses pendidikan di masa pandemi tetap berjalan optimal.

“Kita tidak ada pilihan lain, bahwa kita harus beradaptasi dengan teknologi dalam pengajaran ke siswa. Tidak perlu mengeluh, semua harus terus belajar dan menyesuaikan diri. Dan yang terpenting, guru juga harus bisa menjadi motivator bagi siswa didiknya,” ujar Anas.

Tak hanya itu, Anas pun memiliki harapan besar kepada PPPK tenaga pertanian dan kesehatan agar dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan banyak pihak guna mengakselerasi kinerjanya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Banyuwangi Nafiul Huda menambahkan, pada hari ini diserahkan 590 SK PPPK. Mereka adalah tenaga honorer eks kategori II (K-2) yang mengikuti tes penerimaan pada Februari 2019 lalu.

Rincian formasi pada pengangkatan PPPK di Banyuwangi adalah tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga penyuluh pertanian.

“Penerina SK kali ini rinciannya adalah 476 tenaga guru, 62 tenaga kesehatan, dan 52 tenaga pertanian 52,” pungkas Huda. (*)

5188331
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
393
1815
11297
5163729
6419
77043
5188331

Your IP: 3.89.204.127
2021-12-04 05:26