Inovasi BKD
Pejabat Struktural
  • Drs. Sih Wahyudi, MM

    Kepala BKD

  • Drs. Nurul Cholili

    Sekretaris BKD

  • Heri H Waluyo, S.AP

    Kabid. Pengendalian dan Pengolahan Data

  • Ilzam Nuzuli, SE

    Kabid. Pengadaan dan Mutasi Pegawai

  • Dwi Handajani, ST

    Kabid. Diklat

  • David P W W, S.Kom

    Kasubbid. Pengolahan Data

  • Djoko Saptono, S.AP

    Kasubbid. Pengendalian

  • Drs. Muhlisin

    Kasubbid. Mutasi Pegawai

  • Ponirin HP, S.Sos

    Kasubbid. Pengadaan Pegawai

  • Ikwan Andoyo, SH

    Kasubbid. Diklat Penjenjangan

  • Wihariyanto, SE

    Kasubbid. Diklat Teknis Fungsional

  • Evy Aria L, SH

    Kasubbag. Penyusunan Program

  • Ariska Triasfiana P, SE

    Kasubbag. Keuangan dan Perlengkapan

HATI-HATI PENIPUAN PERMINTAAN DATA PEGAWAI TIDAK TETAP...BKD BANYUWANGI TIDAK PERNAH MEMINTA DATA TERSEBUT
Written by Super User
Category: BERITA
Published: Monday, 01 May 2017 23:48

 

Para bidan tersebut sebelumnya adalah bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Banywuangi yang lolos seleksi pengangkatan CPNS pada 2016 lalu.   Dalam kesempatan itu, Anas meminta tenaga paramedis tersebut untuk bisa mengembangkan kreativitas dalam pelayanannya. Misalnya dengan melakukan pendampingan ibu hamil berisiko tinggi bersinergi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan pemangku kepentingan lain. "Jadilah garda terdepan pelayanan kesehatan di desa. Bidan-bidan ini saya minta dimasukkan ke WhatsApp Group penanganan kesehatan warga miskin dalam kendali Dinas Kesehatan," pesan Anas. Dikatakan Anas, banyak fungsi bidan yang bisa dilakukan dan dioptimalkan dalam penanganan kesehatan. Misalnya, bidan bisa menjadi pengampu bagi anak dengan potensi kekurangan gizi. "Semuanya dikoordinasikan, saling terhubung. Dengan demikian, penyelesaian permasalahan kesehatan bisa lebih cepat dilakukan," tuturnya. Selain itu, Anas meminta para bidan ini bisa mendorong semangat bekerja giat melalui pemanfaatan media sosial. "Bidan bisa meng-upload berbagai kegiatannya, misalnya saat memberikan pertolongan kepada ibu hamil berisiko tinggi, kepada warga miskin, dengan begitu bisa menginspirasi yang lain untuk menirunya," kata Anas. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menambahkan, para bidan ini sebelumnya memiliki masa kerja rata-rata 9 - 12 tahun. "Sebenarnya ada 157 bidan di Banyuwangi, tapi saat ada tes pengangkatan, yang lolos hanya 126 orang. Sedangkan 31 orang sisanya tidak lolos tes. Mereka yang tidak lolos tetap akan mendapatkan gaji dari pemerintah daerah sesuai standar, hanya tidak mendapatkan hak pensiun," jelas dr. Rio, pangilan akrabnya. Salah seorang bidan yang menerima SK adalah Ika Wulandari, bidan Puskesmas Sobo, Kecamatan Banyuwangi. "Alhamdulillah, saya bersyukur sekali, sekarang saya resmi diangkat sebagai CPNS. Tentu saya semakin bersemangat bekerja dengan lebih baik lagi dari sebelumnya," janji Ika. (*)

 

 

1261907
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
862
1081
5293
1248931
20636
92696
1261907

Your IP: 192.168.253.66
2018-05-25 20:51