"Seiring dengan semangat smart kampung, desa sudah harus mulai bisa memberikan pelayanan lebih cepat dan mudah kepada warganya. Apalagi Banyuwangi telah ada smart kampung yang mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi komunikasi. Desa Bubuk ini kami pilih karena salah satu pilot project smart kampung yang telah berjalan dengan baik," jelas Anas. Dalam pelantikan yang juga dihadiri aparat Desa Bubuk tersebut, Anas juga berharap agar desa bisa menjadi lokomotif perekonomian warga "Badan usaha milik desa (bumdes) harus bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif warganya. Balai desa harus menjadi pusat aktivitas warganya," ujar Anas.
Lewat program smart kampung ini pula, sejumlah desa pintar di Banyuwangi telah membuka pelayanan publik di malam hari. Pelayanan ekstra ini diberikan untuk mengakomodir warga yang tidak dapat mengurus surat kependudukan di siang hari. "Digelar malam ini juga bagian dari membangun spirit agar desa senantiasa terus berinovasi, seperti membuka layanan di malam hari ini," kata Anas.
Pelantikan malam tadi merupakan pelantikan kali pertama yang dilakukan Bupati Anas sejak menjabat di periode keduanya ini. Sebanyak 47 pejabat dari eselon 2 hingga 4 menduduki pos barunya. Bupati menegaskan bahwa mutasi kali ini dilakukan sebagai upaya penyegaran di tiap kantor guna memperkaya pengalaman para pejabat yang dilantik. Hal ini, menurut dia, juga berguna untuk meningkatkan kinerja birokrasi ke depan.
"Semua pos jabatan itu sekarang penting. Contohnya dulu jabatan di Dinas Sosial dianggap remeh, namun hal itu tidak berlaku lagi saat ini. Problem-problem sosial saat ini mulai tumbuh, tentunya ini membutuhkan respon yang cepat dari Dinas Sosial," kata Anas. Bupati juga berpesan kepada para pejabat agar masing-masing berprestasi di tempat yang baru dan memperkuat kerja sama tim. "Terima kasih saya sampaikan kepada pejabat lama yang telah meninggalkan jejak yang baik semoga lebih berprestasi di tempat yang baru," pungkas Anas. (Humas)