Written by Super User
Category: BERITA
Hits: 9056

KENAIKAN INSENTIF GURU TIDAK TETAP 3 KALI LIPAT

24-11-2017

BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menaikkan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang terdaftar sebagai tenaga honorer kategori 2 (K2). Tidak hanya kalangan K2, pemberian insentif ini juga akan diberikan pada honorer non K2. Hal itu disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menggelar dialog bersama 250 GTT PTT perwakilan se-Banyuwangi di Pendopo Banyuwangi, Kamis (23/11).

Anas mengatakan, dana insentif untuk guru honorer K2 naik hingga 3 kali lipat lebih, dari yang sebelumnya hanya Rp 300 ribu, menjadi Rp 1 juta per bulan. Sementara untuk non K2, akan mendapatkan Rp 750 ribu per bulan. “Tidak perlu menunggu anggaran 2018, bapak/ibu menerima insentif tersebut terhitung per Oktober 2017 kemarin. Anggaran yang kami siapkan sebesar Rp 25,2 miliar," kata Anas. Di Banyuwangi terdapat 1.411 GTT dan 418 PTT yang masuk K2, sementara non K2 ada sekitar 600 orang.  Anas menjelaskan, kebijakan ini upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan peningkatan SDM di Banyuwangi. “Kami menaikkan insentif ini sebagai bentuk reward atas kerja keras bapak-ibu yang telah memberikan karya nyata,” ujar Anas.

 

Anas menjelaskan, keputusan menaikkan insentif ini diambil seiring naiknya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi. Dari target yang dipatok sebesar Rp 388,1 miliar, realisasinya kini mencapai Rp 527 miliar.  Kenaikan 35,71 persen tersebut harus dirasakan rakyat. Bupati Anas pun merancang beragam program, mulai Rantang Kasih (pemberian makanan bagi lansia), uang tunggu harian bagi warga miskin yang menunggui keluarga di rumah sakit, uang saku bagi pelajar, tabungan pelajar, hingga menaikkan insentif untuk GTT/PTT se-Kabupaten Banyuwangi. 

Kepala Dinas Pendidikan, Sulihtiyono menambahkan, insentif ini akan diterimakan ke guru setiap tiga bulan sekali. "Jadi 2017 ini mereka akan menerimanya Desember nanti. Khusus untuk non K2 masih dalam proses verifikasi untuk penerimanya," terangnya.

Salah satu penerima insentif, Widyaningsih (32) mengaku bersyukur adanya kenaikan insentif ini. Guru di SDN 1 Blimbingsari yang mengajar sejak tahun 2004 ini menjelaskan bahwa kenaikan insentif ini sangat membantu dirinya. "Alhamdulillah dapat tambahan bisa menambah penghasilan keluarga. Semoga kenaikan ini berkah dan bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya