Pejabat Struktural
  • Ilzam Nuzuli, SE,M.Si

    Kepala BKPP

  • David P W W, S.Kom, M.Si

    Kabid Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan

  • KUS HARDINI, S.Pd

    Kasubbag Umum dan Keuangan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN BANYUWANGI
Written by Super User
Category: BERITA
Hits: 7072

Rheinald Kasali Berbagi Ilmu Kepada PNS di Banyuwangi

 

 03-12-2016

BWI - Agar bisa maju, manusia harus mau membuka diri dan mengubah mindset. Jangan sampai terjebak ke dalam zona nyaman (comfort zone) yang membuat enggan melakukan perubahan.Hal ini disampaikan praktisi bisnis terkemuka Rhenald Kasali di hadapan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Banyuwangi, dalam seminar yang bertajuk “Generasi Pembelajar Mengubah Mindset” di Ballroom Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi, Sabtu (3/12).

“Perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Diawali dengan kemauan keras untuk mengubah mindset, membuka diri dan peka terhadap perubahan zaman. Ini menuntut kita untuk lebih kreatif dan inovatif,” kata Rhenald yang juga Guru Besar Universitas Indonesia (UI) itu.

Dia mengilustrasikan, gerak perubahan tiap individu manusia itu ibarat penumpang (passenger) dan supir (driver). Manusia berwatak penumpang, terang Rhenald, sulit membuat terobosan dan terperangkap dalam zona nyaman atau comfort zone. Padahal zona nyaman justru membuat manusia tidak aman karena dunia terus berubah menyesuaikan perkembangan zaman. Adapun manusia berwatak supir selalu ingin masuk zona tantangan dan bahaya. Melalui proses belajar tanpa henti dan berani mengambil resiko, kata dia, manusia akan menemukan banyak hal tak terduga, membuka kesempatan berkembang, dan membentuk sikap percaya diri.

"Justru zona bahaya ini yang akan menempa kita menjadi pribadi yang tangguh. Biasanya hanya orang yang suka melawan arus yang akan berhasil," kata dia. Kepada para PNS Banyuwangi, Rhenald mendorong agar abdi negara ini memiliki growth mindset sekaligus menanggalkan fixed mindset. Artinya cara pandang yang selalu ingin berkembang, belajar, siap menghadapi tantangan dan menyesuaikan ritme perubahan. Dengan cara ini, ia berkeyakinan PNS dapat meningkatkan layanan publik melalui beragam inovasi.

"Birokrat harus memiliki jiwa entrepreneurship, suka tantangan dan mau mencoba hal-hal baru. Sehingga mampu menciptakan ide-ide kreatif untuk kemajuan daerahnya. Contohnya seperti Bupati Abdullah Azwar Anas ini. Dengan menerapkan prinsip kewirausahaan, dia mampu menjual daerahnya hingga seperti sekarang," ujarnya. Selanjutnya, akademisi yang juga komisaris utama PT. Angkasa Pura II itu memaparkan amanat birokrasi modern yang dituntut masyarakat saat ini. Diantaranya, birokrasi yang tangkas, melayani dengan cepat dan transparan. “Saya kira program Smart Kampung Banyuwangi juga salah satu bentuk pelayanan yang mencerminkan transparansi ini. Saya sangat mengapresiasi langkah bupati ini,” tutupnya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan sengaja mengundang Rhenald Kasali lantaran ingin menimba ilmu sekaligus berbagi pengalaman. Dengan hadirnya Rhenald Kasali, Bupati Anas berharap para PNS di Pemkab Banyuwangi semakin terpacu memperbaiki kualitas diri. "Kami selalu mendorong agar kualitas pelayanan publik di Banyuwangi terus meningkat. Sejumlah kegiatan untuk meng-upgrade kualitas SDM para birokrat pun terus kami lakukan, salah satunya seminar ini,” kata Bupati Anas. Tampil dengan joke-joke segar dan menyiasati dengan tampilan video, agaknya materi ilmu yang disampaikan Rhenald Kasali mudah ditangkap oleh peserta. Ia berhasil mengemas materi agar lebih segar. Itu sebabnya ceramahnya tidak membosankan.(Humas)